Wisata kawah Bromo merupakan destinasi wajib yang dikunjungi selain tour sunrise Penanjakan, Pasir Berbisik dan Lembah Watangan Bukit Teletubies.
Wisata kawah gunung Bromo mempunyai daya tarik menakjubkan di objek Wisata Gunung Bromo. Jika anda tour wisata Malang sepatutnya menyempatkan mengikuti open trip Bromo ini.
Tentang Wisata Kawah Bromo
Keajaiban fenomena yang terjadi di pegunungan Bromo membentuk alam dengan pemandangan spektakuler yang menjadi magnet kuat para traveler wisatawan berkunjung melaksanakan trip di destinasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini.
Untuk mengunjungi lokasi puncak Kawah Gunung Bromo, traveler diharuskan menapaki anak tangga yang dibangun pada tahun 1910. Terdapat kurang lebih 260 anak tangga yang akan dinaiki satu persatu agar bisa sampai di bibir Kawah Gunung Bromo.
Hal yang lebih menakjubkan adalah saat Anda sampai di puncak Gunung Bromo, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat eksotis dan menawan keindahan sekitar kaldera area Taman Nasional.
Anda bisa menyaksikan bukit Teletubbies, lautan pasir, serta hamparan padang savana dari ketinggian kawah Gunung Bromo. Disinilah lokasi yang pas untuk mengabadikan momen-momen liburan Anda di destinasi Gunung Bromo.
Kawah Bromo mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh kawah gunung yang lain, terletak di tengah kawasan pegunungan Tengger dengan hamparan kaldera lautan pasir yang mengelilingi.
Kawah Bromo mempunyai garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat), sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Gunung Bromo sendiri terletak pada salah satu sudut Kaldera raksasa Lautan Pasir Gunung Tengger Bromo yang memiliki ketinggian kira-kira 2.392 mdpl.
Kawasan wisata Gunung Bromo membentang dari timur ke barat dengan luas kira-kira 20-30 km, serta dari selatan ke utara sekitar 40 kilometer dengan luas wilayahnya kira-kira sebesar 50.276,3 hektar yang telah ditetapkan menjadi taman nasional semenjak tahun 1982.
Pada area kaldera terdapat hamparan pasir dengan luas kira-kira 6290 hektar. Pada kaldera hamparan pasir tersebut terdapat batas berupa dinding yang terjal dengan ketinggian antara 200 hingga 700 meter.

Sekilas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Lokasi ini termasuk dalam 4 wilayah administratif yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pasuruan.
Taman Nasional Gunung Bromo adalah kawasan vulkanik paling luas yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mempunyai area dengan luas 800 kilometer persegi.
Wisatawan bisa memasuki kawasan Gunung Bromo melalui 4 Pintu masuk utama Bromo, yaitu : Pintu Masuk Bromo via Pasuruan, Pintu masuk Bromo via Probolinggo, Pintu Masuk Bromo via Tumpang Kabupaten Malang, dan Pintu Masuk Bromo via Lumajang.

Sejarah Kawah Gunung Bromo
Terbentuknya Gunung Bromo pada awalnya adalah akibat letusan Gunung Tengger yang mempunyai ketinggian mencapai 4000 mdpl. Pada saat itu Gunung Tengger menjadi gunung paling tinggi di Indonesia.
Selanjutnya terjadilah letusan gunung yang sangat dahsyat pada masa itu dan menghasilkan kaldera yang memiliki diameter hingga lebih dari 9 km.
Sementara material vulkanik dari letusan Gunung Tengger tersebut saat ini berubah menjadi hamparan pasir di destinasi wisata Gunung Bromo.
Pada tengah kaldera muncul salah satu gunung yang masih aktif, gunung tersebut adalah Gunung Bromo. Nama Bromo sendiri diambil dari sebuah nama Dewa dalam kepercayaan agama Hindu, yaitu Brahma.

Sejarah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Pada awalnya wilayah Tengger Bromo adalah area hutan yang memiliki fungsi untuk cagar alam serta hutan wisata. Area hutan ini berperan sebagai hutan produksi dan hutan lindung.
Menilik dari beragam fungsi itu, kemudian Kongres Taman Nasional Sedunia menetapkan area Gunung Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional melalui pertemuan yang dilaksanakan pada 14 Oktober 1982, di Denpasar Bali.
Dengan pertimbangan lingkungan serta alamnya yang harus dilindungi serta berbagai potensi tradisional yang perlu dilakukan pengembangan. Area Bromo Tengger Semeru resmi ditetapkan menjadi Taman Nasional pada 12 November 1982 yang disah kan oleh Pemerintah Indonesia
Suku Tengger Bromo dan Tradisi Adat Budaya
Area Gunung Bromo sudah sejak dulu menjadi tempat tinggal Suku Tengger. Kata Tengger sendiri diambil dari nama seorang putri raja yang menguasai Pulau Jawa pada masa itu yaitu Rara Anteng.
Putri raja tersebut menikah dengan Joko Seger yang dipercaya merupakan keturunan Brahmana. Karena desa tersebut diperintah oleh keduanya, maka desa tersebut diberi nama “Tengger” yang diambil dari kombinasi nama kedua pemimpin mereka, kata An “Teng” dan Se “Ger”.
Suku Tengger Bromo rutin melakukan ritual upacara dengan menjadikan Kawah Gunung Bromo sebagai lokasi prosesi ritual terakhir yang dinamakan Lelabuan Sesajen. Masyarakat suku Tengger membawa persembahan hasil bumi dan ternak dengan berajalan dari Pura Luhur Potenmenuju Kawah Gunung Bromo sambil berdoa.
Pura Luhur Poten di Lautan Berbisik Gunung Bromo adalah Pura yang didirikan secara gotong royong oleh Rakyat Tengger sebagai tempat persembahyangan umat Hindu Tengger. Pura Luhur Poten yang juga bernama Sanggar Agung Poten adalah satu-satu nya bangunan permanen yang berdiri di tengah Lautan Pasir Berbisik Gunung Bromo
Tradisi ini adalah sebuah upacara yang diberi nama Kasodo (Yahya Kasada), upacara yang dipakai suku Tengger untuk memberikan penghormatan kepada leluhur sebagai ucapan terimakasih serta ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Hal ini karena diberikan berkah atas hasil panen yang berlimpah serta permohonan agar diberi keselematan. Upacara Kasada yang dilaksanakan di kawah Gunung Bromo tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Daya Tarik Wisata Gunung Bromo
Wisata Kawah Gunung Bromo mempunyai daya tarik tersendiri di objek Wisata Gunung Bromo. Peristiwa fenomena alam yang terjadi di pegunungan Bromo membentuk alam dengan pemandangan yang menakjubkan yang menjadi magnet kuat penarik para wisatawan berkunjung melaksanakan wisata di destinasi pegunungan Bromo Tengger Semeru.
Untuk bisa mencapai lokasi Kawah Gunung Bromo, pengunjung akan melewati anak tangga yang dibangun pada tahun 1910. Terdapat kurang lebih 260 anak tangga yang akan kita tapaki satu persatu agar bisa sampai di bibir Kawah Gunung Bromo.
Hal yang lebih menakjubkan adalah saat Anda sampai di puncak Gunung Bromo, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat eksotis dan menawan.
Anda bisa menyaksikan bukit Teletubbies, lautan pasir, serta hamparan padang savana dari ketinggian Gunung Bromo. Disinilah lokasi yang pas untuk mengabadikan momen-momen liburan Anda di destinasi wisata Gunung Bromo.
Wilayah Taman Nasional Bromo Tenger Semeru
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah gabungan dari beberapa area yang dipersatukan. Cagar alam yang disatukan ke dalam Taman Nasional Bromo yakni Cagar Alam Laut Ranu Kumbolo dengan luas 1.340 ha, Cagar Alam Ranu Pani-Ranu Regulo seluas 96 ha, dan Cagar Alam Laut Pasir Tengger seluas 5.250 ha.
Kemudian taman wisata yang digabungkan yakni Taman Wisata Tengger Laut Pasir seluas 2,67 ha dan Taman Wisata Ranu Darungan dengan luas 380 ha.
Sementara untuk hutan lindung dan hutan produksi yang disatukan yaitu hutan yang diatur Perum Perhutani Unit II Provinsi Jawa Timur dengan luas keduanya 43.210,20 ha.

Suku Tengger dan Taman Nasional Gunung Bromo
Suku Tengger adalah masyarakat yang mendiami wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Masyarakat mendirikan hunian dengan pekarangan yang ditanami tumbuhan lokal. Desa Ngadas serta Desa Ranu Pani adalah dua desa yang berada dekat dengan wilayah Gunung Bromo.
Masyarakat Tengger sudah berada di wilayah Pegunungan Tengger sejak abad ke 9 Masehi dan memanfaatkan hasil alamnya.
Selain kedua desa di atas, di sekitar perbatasan Gunung Bromo Tengger Semeru juga hidup penduduk Tengger yang terbagi menjadi beberapa Kabupaten. Kabupaten tersebut yakni Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang.
Penduduk asli Tengger senantiasa menjaga kelestarian lingkungan disekitar Gunung Bromo agar ekosistem di area Taman Nasional tetap tetap terjaga ke alamian nya. Pemerintah juga memberlakukan aturan zonasi. Taman Nasional Bromo juga berfungsi untuk kegiatan pariwisata, riset, pendidikan, dan konservasi.

Kekayaan Fauna dan Flora Gunung Bromo
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mempunyai tipe ekosistem berupa montana, sub-montana, serta sub alpin. Di sana terdapat pohon-pohon besar yang berumur ratusan tahun. Seperti beragam jenis anggrek dan rumput langka, edelweis, jamuju, serta cemara gunung
Montana adalah istilah biogeografi yang merujuk kepada daerah dataran tinggi di bawah jalur pohon. Wilayah montana memiliki temperatur yang lebih dingin dan biasanya memiliki jumlah hujan yang turun lebih banyak daripada di region dataran rendah, wilayah montana juga menjadi tempat untuk ekosistem flora dan fauna.
Sementara di dinding yang mengelilingi Taman Nasional Bromo ditumbuhi banyak rerumputan, seperti cantigi, cemara, akasia, dan lain sebagainya.
Hidup juga berdampingan satwa yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) antara lain rusa, monyet kera, kijang, rusa, ayam hutan merah, macan tutul, belibis, ajag, elang bondol, ala-alap, dan rangkong.

Rute Lokasi Menuju Wisata Kawah Bromo
Wisata Kawah Bromo berlokasi di 4 area kabupaten di Jawa Timur yaitu Malang , Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang.
untuk mencapai lokasi ini wisatawan traveler bisa mengambil rute berikut ini:
Dari kota Malang atau Batu via menuju Bromo jalur Probolinggo, kemudian naik ke Sukapura dilanjutkan naik lagi ke desa Ngadisari, terakhir menuju loket Cemoro Lawang Bromo dan selanjutnya turun ke area kaldera kawah Bromk. Jarak tempuh dari kota Malang sekitar 3 jam untuk mencapai lokasi ini.
Rute Bromo via jalur Probolinggo, wisatawan jika dari kota Surabaya bisa menuju langsung ke desa Sukapura, kemudian naik menuju desa Cemoro Lawang dan turun ke bawah area Kaldera Kawah Gunung Bromo. Estimasi jarak tempuh via jalur Probolinggo dari Surabaya sekitar 3 jam perjalanan.
Rute Bromo Jalur Malang, traveler bisa menuju area Tumpang, dilanjutkan naik ke desa Gubuk Klakah kemudian menuju desa Ngadas dan menggunakan jeep Bromo untuk ke area kawah Bromo. Waktu tempuh dari Malang ke kawah Bromo kurang lebih sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan.

Tips dan Biaya ke Wisata Kawah Bromo
Tips berkunjung ke kawah gunung Bromo yang patut dipersiapkan antara lain:
1. Persiapkan kendaraan anda dalam kondisi yang prima dan aman, rute bromo termasuk jalur ekstrem. Jadi alahkah baiknya jika anda sangat memperhatikan hal ini.
2. Persiapkan fisik dan stamina anda, untuk sampai area atas kawah Bromo anda di harus berjalan sekitar 2 kilometer dari parkiran jeep dan menaiki 260 anak tangga.
3. Pertimbangkan dengan memakai jasa kuda dari parkiran sampai bawah batas tangga untuk menghemat energi anda, biaya naik kuda 100 – 150 ribu, jangan lupa di tawar untuk jasa naik kuda.
4. Bawa bekal air mineral dan roti atau makanan berenergi, naik ke puncak kawah gunung Bromo sangat membutuhkan tenaga extra.
5. Plan rute jalur mana yang akan anda lewati, berkenaan dengan lokasi terdekat dari tempat anda tinggal.
6. Persiapkan perlengkapan seperti jaket baju hangat, sepatu yang nyaman, masker, kacamata, sarung tangan, syal dan tabir surya.
7. Booking reservasi tiket masuk ke bromo via online untuk reservasi kedatangan anda.
8. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen liburan bromo anda
9. Patuhi aturan dan regulasi yang berlaku di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
10. Bawa uang tunai secukupnya untuk berwisata ke Bromo.

Biaya Wisata ke Gunung Bromo dengan Javanesia Tours
Biaya wisata gunung Bromo untuk mengunjungi kawah aktif ini relatif murah terjangkau, jika anda tidak ingin ribet dan perjalanan wisata terkondisikan dengan baik dan nyaman . Anda kami sarankan untuk ikut open trip bromo bersama Javanesia Tours.
Paket wisata Bromo Javanesia harga mulai 350 ribu anda sudah bisa explore berbagai objek wisata menarik seperti kawah Bromo dan wisata trip Bromo lainnya.
List Harga Paket Wisata Bromo dan Paket Jawa Timur rekomendasi :
1. Paket Bromo Sunrise 350.000 / orang
2. Paket Air Terjun Tumpak Sewu 400.000 / orang
3. Paket Pantai Malang 350.000 / orang
4. Paket Kawah Ijen 250.000 / orang
5. Paket Tour Baluran 350.000 / orang
6. Paket Menjangan Tabuhan 295.000 / orang
7. Paket Wisata Banyuwangi mulai 250.000 / orang
Service paket tour Bromo murah Javanesia sangat memperhatikan kenyamanan dalam berwisata, armada safety dan didukung dengan crew dan guide profesional berpengalaman.
Artikel ini merupakan informasi mengenai Kawah Gunung Bromo serta beberapa informasi sejarah dan keadaan masyarakat d area Gunung Bromo Tengger Semeru.
Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda untuk menambah pengetahuan atau sebagai pertimbangan sebelum Anda mengunjungi Destinasi Wisata Gunung Bromo.
Mari segera agendakan open trip Bromo anda, wisata gunung Bromo keberangkatan dari Malang atau Surabaya bisa menjadi pilihan terbaik bagi para traveler wisatawan.
Salam pariwisata dan semoga bermanfaat.